Kisah Viral Indonesia Tahun 2020

Kisah Indonesia Viral tahun 2020 yang lengkap dan sangat sedih

Siswi di Wonogiri digilir Ayah Tiri dan Pamannya Hingga hamil 5 bulan


Siswi SMA di Wonogiri berinisial NA (17) digilir ayah tirinya sendiri SH (34) dan Saudara ayah tiri atau pamannya SN (35) hingga usia kehamilannya 5 bulan.

Mereka merupakan warga yang selama ini tinggal di Kecamatan Eromoko, kabupaten Wonogiri.

Akibat tindak pemerkosaan secara bergantian dalam waktu yang berbeda, siswi kelas XI SMA di Wonogiri itu hamil 5 bulan.


Nasib buruk yang menimpa siswi SMA itu masih berlanjut, dia diminta menggugurkan kandungannya yang sudah berbentuk bayi mungil dirahimnya serta dikabarkan diusir warga sekitar.

Keterangan dari Bupati Wonogiri
Hal itu dibenarkan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo.

Menurutnya, selain ayah tiri korban SH (34), saudara dari ayah tiri korban, SN (35) juga turut menyetubuhi korban.

“Ada pelaku yang kebetulan ayah tiri dan ada saudara (paman),” ungkap dia.

“Saat korban konsultasi ke saudara malah disetubuhi,” katanya menekankan.

Dari informasi yang dihimpun, awal kasus pemerkosaan ini terjadi pada 2018 lalu. Memanfaatkan rumah yang ditinggal sang istri bekerja, SH menyetubuhi anak tirinya yang saat itu masih duduk di bangku kelas IX SMA.

Aksi bejat ayah tiri korban terulang lagi tahun ini, hingga membuat korban hamil lima bulan.

Lantaran korban juga diancam oleh ayah tirinya, korban tidak berani mengadukan perbuatan bejat ayah tirinya itu.

Korban kemudian memberanikan diri untuk menceritakan perbuatan ayah tirinya kepada saudara dari ayah tiri korban.

Namun nahas SN malah ikut memanfaatkan kesempatan itu dengan menyetubuhi korban. Siswi SMA di Wonogiri itu digilir ayah tiri dan pamanya.

“Saat konsultasi dengan saudara ayah tirinya itu malah terjadi pemerkosaan lagi, hal itu yang membuat saya prihatin,” ucap Jekek.


Dia menambahakan, saat ini, Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (PPKB dan P3A) Kabupaten Wonogiri telah melakukan rehabilitasi terhadap korban.

“Ada pendekatan oleh P3A yang melakukan fungsinya dengan baik soal pendampingan korban untuk visum, pendampingan di rumah safe house,” jelas dia.

“Kita selamatkan korbannya dulu secara mental dan psikologis,” terangnya.

Sementara saat ini kasusnya sudah di tangani Polres Wonogiri.
Show Comments