Beredar di sosial media sebuah video berdurasi 4 menit yang memperlihatkan aksi seorang ibu ngamuk di depan penghulu pada kamis, 9 juli 2020. Ibu tersebut berinsial S, warga kecamatan Sambelie, Lombok Timur.
Adapun motif dari seorang ibu yang ngamuk di depan penghulu diduga hendak membatalkan pernikahan anaknya. Sebab dalam video terlihat pasangan pengantin duduk berdampingan dihadapan penghulu. Keduanya terlihat mengenakan pakaian yang serasi.
Mempelai pria bersiap untuk mengucapkan ijab kabul. Namun raut wajah para mempelai terlihat tegang. Lantas saat pernikahan hendak dimulai, seorang ibu tiba-tiba masuk ke dalam mushola tempat berlangsungnya ijab kabul pasangan pengantin MR dan S.
Ibu yang mengenakan hijab berwarna biru tersebut terlihat berlari dari arah pintu masuk lalu berteriak di depan penghulu.
“Stop, bapak.” ucap sang ibu seraya menujukkan kedua mempelai serta penghulu.
Oleh karena aksi ibu tersebut, warga yang menghadiri pernikahan MR dan S sontak berdiri dan menghentikan aksi dari ibu tersebut. Bahkan seorang ibu yang mengenakan baju berwarna merah muda tampak menarik ibu yang baru saja datang untuk dibawa keluar.
Namun ibu itu bersikeras untuk kembali masuk ke dalam mushola.
Keributan pun menjadi tidak terelakkan sehingga pernikahan keduanya terpaksa ditunda.
Kepala desa setempat membenarkan adanya kejadian tersebut terjadi di daerahnya. Ia juga menyebutkan kalau ibu yang datang saat hari pernikahan psangan MR dan S dan mengenakan jilbab biru adalah orangtua dari mempelai wanita.
“Iya sempat ngamuk-ngamuk si ibunya kemarin.” ujar Mustiadi, kepala desa setempat, kamis kemarin.
Sementara itu dijelaskan Mustiadi, yang menjadi alasan ibu tersebut mengamuk adalah karena ibu tersebut tidak mengetahui secara pasti jadwal penikahan anak perempuannya. Ia hanya diberitahu pihak keluarga tanggal pernikahannya saja.
Sebab selama ini pengantin wanita memang tinggal dengan ayahnya. Menurut Mustiadi, kedua orangtua pengantin perempuan sudah lama bercerai.
